|
P
|
Namun berbeda dengan peringatan
hari pendidikan Nasional tahun ini. Hari yang seharusnya di iyasi dengan
perasaan bangga dan semangat baru untuk
mengujutkan pendidikan yang baik kedepannya bagi indonesia. Malah di warnai
dengan aksi kriminal oleh mahsiswa UMSU Fakultas keguruan Jurusan pendidikan
pancasila dan kewarganegaraan. Yang seharusnya menjadi teladan dalam kehidupan
bermasyarakat dan bernegara. Kini menjadi pembicaraan yang tidak baik di dunia
publik.
Yang sangat mengherankan. Si pelaku pembunuhan ini, melakukan tindakannya dengan keadaan
sadar tampa ada paksaan dari pihak manapun dan sebelumnya memang telah di
rencanakannya. Padalah penyebab si pelaku terdorong untuk membunuh dosennya ini
tidak lain hanya karena peneguran yang berulang-ulang yang di lakukan oleh sang
dosen dan nilai yang di beri dosennya selalu jelek (keterangan pelaku saat
penyidikan polisi). Sikap berlebihan dosen inilah yang akhirnya membuat pelaku
terdoronh untuk melakukan aksi nekatnya ini.
Sepele memang penyebabnya, namun
begitu patal akibatnya. Mungkin ini bisa jadi tamparan bagi kita bersama baik dosen maupun mahasiswa
sendiri. Dosen sebagai pengajar harus menimbang-nimbang sikap atau tindakannya
kepada mahasiswa. Jagan sampai membuat mahasiswanya merasa tertekan dan menjadi
kesal yang akhirnya menimbulkan sipat dendam terhadap dosennya. Karena kita kan
tidak ingin kejadi seperti ini terjadi untuk
kedua kalinya di dunia pendidikan kita.
Bukan berarti jika ada seorang
dosen yang terkadang suka mempelakukan mahasiswanya dengan semena-mena atau
sesuka hatinya. Jadi mahasiswanya di halalkan untuk melakukan tindakan
kriminal terhadap dosenya, apalagi
sampai menghilangkan nyawanya. Tidakan seperti ini sangatlah tercela, siapa pun
kita, apa pun posisi kita, bagaimana pun keadaan kita, baik dosen atau mahasiswa mau siapa pun itu. Perilaku
membunuh tidak lah di benarkan baik secara hukum atau pun agama.
Cukuplah tanggal 2 mei ini menjadi
catatan buram di dunia pendidikan kita. Harapan kita bersama, semoga ini
menjadi peristiwa terakhir kalinya terjadi di dunia pendidikan kita. Biarlah
ini menjadi sejarah kelam di dunia pendidikan. Agar menjadi perenungan bagi
kita untuk tidak melakukan hal yang serupa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar